preload

Pernah satu ketika pada zaman dahulu, seorang lelaki bertemu dengan sahabat Rasulullah S.A.W. bernama Abdullah ibn Mas’ud. Lelaki itu bertanya mengenai cara-cara untuk menghindarkan kegelisahan.
Abdullah ibn Mas’ud berkata,
“ Bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat. Pertama, ke tempat orang membaca al-Quran tidak kira sama ada kamu ikut membacanya ataupun kamu sekadar mendengar pembacaan org lain. Kedua, kamu menghadiri majlis ilmu yang mengingatkan kamu kepada Allah. Ketiga, kamu mencari satu waktu yang sunyi, contohnya di waktu malam dan ketika itu kamu bangun melaksanakan ibadat kepada Allah serta memohon kepadaNya agar diberikan ketenangan dan Kedamaian hati kepadamu. Jika selepas melakukan kesemua itu jiwamu masih tidak tenteran, mintalah kpd Allah agar digantikan hatimu dgn hati yg ikhlas krn ALLAH....mudah mudahan kamu menjadi org yang beriman dan bertaqwa.

Read More...
Published in: Labels:



Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).” (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peranan dan tugas apa pun yang dia pikul akan selalu membawa manfaat dan maslahat(kebaikan) bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., “Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Untuk menjadikan kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera sangat memerlukann manusia-manusia seperti itu. Dalam keadaan apa sekalipun, dia akan membuat yang terbaik; apa pun peranan dan tugas yang diberikannya, dia akan menjadi manusia dan keadaan di sekelilingnya menjadi bahagia dan sejahtera.

Maka, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah.

Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan, Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang mukmin, contohnya seperti ini:
Hinggap di tempat yang bersih dan menghirup apa hanya yang bersih sahaja.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat terpilih sahaja. Lebah sangat jauh berbeza dengan lalat. Lalat sangat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih yang mengandungi bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Mengeluarkan yang bersih.
Siapa yang tidak tahu madu lebah. Semuanya tahu bahawa madu mempunyai khasiat yang banyak untuk kesihatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah sangat kaya dengan kebaikan,sedangkan dari organ tubuh pada binatang lain, mereka hanya mengeluarkan sesuatu yang menjijikan.


Begitu juga seorang mukmin, kita haruslah menjadi manusia yang produktif dengan kebaikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan (khair), supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.


Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.


Tidak pernah merosakkan.

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merosak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan kerosakan dalam apa-apa hal sekalipun: baik secara fizikal mahupun tidak.. Bahkan dia melakukan pembaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu.


Bekerja keras
Lebah adalah pekerja yang bekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras?

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)
Kerja keras dan semangat pantang berundur itu lebih-lebih lagi dituntut lagi dalam menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang ramai manusia yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya rugi dalam menegakkan keadilan.


Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu
Lebah tidak pernah memulakan serangan. Ia akan menyerang hanya manakala apabila terasa diganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.


Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl. Allahu a’lam

#artikel http://www.islam2u.net

Read More...
Published in:











Setiap manusia mempunyai kelemahannya tersendiri. Ini kerana, "lemah" adalah salah satu sifat makhluk, dan manusia juga adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Tiada seorang manusia pun yang sempurna, sehingga tiada satu pun cacat cela pada sifatnya.

Begitulah juga dengan anak kita.

Ada anak yang ditakdirkan lambat berjalan.

Ada juga anak yang mahu bercakap banyak, tetapi "pelat".

Ada juga anak yang sukar untuk makan, sehingga badannya kurus keding.

Ada juga anak yang dah diajar ABC atau alif-ba-ta beribu kali, tapi masih belum dapat mengingati.

Kelemahan itu adalah perkara yang biasa bagi seorang manusia. Jangankan anak, kita juga ada kelemahan diri. Tetapi Allah swt tidak pernah memandang kelemahan-kelemahan fizikal ini untuk memilih siapakah hamba-Nya yang wajar dicintai.

Nabi Musa a.s adalah seorang yang gagap. Tetapi, Baginda adalah salah seorang kekasih Allah. Allah swt sangat menyayangi Nabi Musa a.s sehinggakan Allah swt telah menyelamatkan seorang tentera Firaun bernama Jalut daripada lemas di lautan, kerana Jalut ini adalah badut Firaun yang suka meniru gaya Nabi Musa a.s bercakap gagap. Allah swt suka pada Jalut, kerana dia meniru perbuatan kekasihnya.

Bilal bin Rabah r.a adalah seorang hamba yang berkulit hitam. Bukan setakat hitam biasa, malah hitam berkilat. Tetapi, Allah swt sayang padanya. Allah swt telah muliakannya, sehinggakan suara azannya dapat didengari bukan sahaja oleh penduduk bumi, malah, oleh penduduk langit juga. Padahal, (ada riwayat yang mengatakan), suara Bilal bukanlah sedap, ramai lagi sahabat yang bersuara lebih lunak daripada Bilal.

Kisah-kisah ini membuktikan bahawa, kelemahan-kelemahan fizikal sama sekali tidak dapat mengurangkan kasih sayang Allah swt pada seseorang. Betapa Rahimnya Allah swt, apabila Dia menyayangi seseorang, Dia akan menyayangi kesemua yang ada pada orang itu, walaupun sesuatu yang dianggap sebagai kelemahan. Sekiranya Allah swt yang Maha Sempurna boleh menyayangi seseorang ke tahap itu, apatah lagi kita, hamba-Nya yang sangat lemah lagi hina.

Adakalanya, bila kita melihat kepetahan dan kepandaian anak orang lain, kita berasa rendah diri dan malu dengan kelemahan anak kita. Sebenarnya, kita tidak perlu berasa begitu. Anak kita hanya mempunyai satu atau dua kelemahan sahaja, banyak lagi kekuatan yang ada dalam dirinya. Mengapa kita harus memandang pada kelemahannya sahaja, lihatlah pada kekuatannya.

Mungkin anak kita tidak sepetah anak orang lain, tetapi dia ada kelebihan di tempat lain. Dia suka tersenyum, dia pandai membantu ibubapa, dia suka mengemas biliknya, dia tidak pernah mengherdik orang, dia tidak memanggil orang dengan nama-nama yang tidak disukai, dan bermacam-macam lagi.

Sebagai ibu bapa, seharusnya kita fokus dan usahakan atas kekuatan yang Allah swt telah berikan kepada anak kita. Lupakan kelemahannya. Jangan sesekali mentertawakan kelemahannya, menyebut-nyebut kelemahannya di hadapan orang lain, memarahinya kerana kelemahan tersebut. Kerana ia akan menjadikan anak kita hilang keyakinan diri, padahal dia ada banyak kelebihan yang lain. Jadi, mari kita lupakan, lupakan dan lupakan kelemahannya.

Apabila ibu bapa fokus untuk menghargai dan membina kelebihan yang ada pada anaknya (peluk cium anak selalu, beri penghargaan buatnya, motivasikan dirinya, beri tunjuk ajar dengan sabar, selalu mendoakannya),maka anak itu akan menjadi lebih berkeyakinan dan lebih cemerlang, sehinggakan kelemahan yang ada padanya terus lenyap . Kerana apa? kerana kita hanya memandang pada kekuatan dirinya SAHAJA.

Tiada kelemahan yang harus kita risaukan, melainkan seandainya anak kita tidak mempunyai iman dan amal (nauzubillahiminzaalik). Seandainya dia telah mempunyai iman dan yakin yang kuat pada Allah swt dan beramal mengikut cara yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw, maka dia sudah pun berjaya di dunia dan di akhirat.

- Artikel iluvislam.com

Read More...

Menangislah di Bahuku

Published in: Labels: ,




kau datang padaku seperti biasa
ku sambut bahagia dengan tangan terbuka
kau balas dengan senyuman seadanya
ku tahu ada sesuatu yang berbeza

kau hanya diam seribu bahasa
hanya di matamu yang cuba berbicara
bahwa saat ini hatimu terluka
kau tahu ku ada di sini untukmu

mencuba tak berkedip
menahan tegar di hujung mata
hingga kau pun tak kuasa
berderailah airmata
dalam pelukku kau curahkan semua

menangislah...
kadang manusia terlalu sombong tuk menangis
lalu untuk apa airmata telah dicipta
bukan hanya bahagia yang ada di dunia

menangislah...
di bahuku kau berikanku kepercayaan
bahwa laramu adalah haru biruku
kerna ku adalah sahabatmu

menangislah...(dibahuku ku disini untukmu)
menangislah...(dibahuku kerna ku sahabatmu)

*****

Sesungguhnya, jalan dakwah itu penuh onak dan duri. Terkadang diri lemah dengan fitnah dan mehnah. Sahabatlah yang bantu menguatkan..

Read More...

"Khutbah Terakhir Rasulullah SAW"

Wahai Manusia,dengarlah baik-baik apa yang hendak ku katakan.Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini.Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.

Wahai manusia,sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci,maka anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak.Janganlah kamu sakiti sesiapa pun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi.Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan diatas segala amalan kamu.Allah telah mengharamkan riba,oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.

Berwaspadalah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu.Dan dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar,maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikuti nya dalam perkara-perkara kecil.

Wahai manusia,sebagaimana kamu mempunyai hak keatas isteri kamu ,mereka juga mempunyai hak di atas kamu.Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang.Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik,berlemah-lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu yang setia.Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.

Wahai manusia ,dengarlah bersungguh-sungguh kata-kata ku ini,Sembahlah Allah,Dirikanlah solat lima kali sehari,Berpuasalah di Bulam Ramadan dan Tunaikanlah Zakat dari harta kekayaan kamu.Kerjakanlah ibadat Haji sekiranya kamu mampu.Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah bersaudara kepada Muslim yang lain.Kamu semua adalah sama,tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal soleh.

Ingatlah,bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan diatas segala apa yang telah kamu kerjakan.Oleh itu Awasilah agar jangan sekali-kali terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.

Wahai manusia,tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru.Oleh itu wahai manusia,nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu.Sesumgguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara,yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya ,nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya.Itulah Al-Quran dan Sunnahku.

Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku menyampaikan pula kepada orang lain.Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dari ku.Saksikanlah Ya Allah bahawasanya telah aku sampaikan risalah Mu kepada hamba-hamba mu.

(Khutbah ini disampaikan oleh Rasullah s.a.w pada 9hb Zulhijjah Tahun 10 Hijrah di Lembah Uranah,Gunung Arafah.)


sama2 kita ambil iktibar...rasulullah sudah simpulkan dakwah baginda melalui khutbahnya yang terakhir ini.moga Redha Allah ada disini.

Read More...

My Blog List

Total Pageviews

THANK YOU

AHLAN WAHSAHLAN

http://www.kddi.com/sakura2009/blogparts/js/sakura.js